Mahad Al 'Ilmi Yogyakarta

Ada Apa dengan Suriah?

Ada Apa dengan Suriah?

oleh : Peggy Bunga Safitri, ST

Peraih Juara 1 Akhawat Lomba Esai 2016 “Berkarya Kita Peduli”

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Segala puji hanya bagi Allah yang Maha Menghukumi segala sesuatunya, Maha Berkehendak atas segala yang Dia kehendaki, tiada cela atas segala ketetapanNya, Dialah Al Waliyyu Al Hamiid, Yang Maha Berkuasa, Maha Terpuji. Shalawat dan salam atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah Allah Ta’ala utus dengan Al-Kitab dan dikuatkanNya dengan Al-Hadiid, dan atas segenap keluarganya, dan seluruh shahabatnya.

Keutamaan dan Keberkahan Negeri Syam
Al Barakah, berarti utuhnya kebaikan dalam suatu obyek, disertai mengalami pertambahan. Keberkahan, hanya diketahui muncul dari Dzat yang memiliki dan mampu menampakkannya. Dia-lah Allah, Dzat yang menurunkan barakah dan menetapkannya. (Al Irsyad ila Tash-hihil I’tiqad, hal.256)

Allah ‘azza wa jalla telah menetapkan keberkahan bagi negeri Syam di antara negeri-negeri lainnya di dunia ini, (setelah Makkah dan Madinah). Dalil tentang penyebutan negeri Syam sebagai bumi yang berkah banyak disebutkan dalam al Qur`an maupun as Sunnah. Negeri Syam merupakan kumpulan dari beberapa negara meliputi Libanon, Suriah, Yordania, dan Palestina.

Firman Allah Ta’ala,

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْ ا لً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْْقَْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْ لَ لِنُرِ مِنْ ي اََ نَِِا إِ وَُُ
السَّمِيعُ ا لبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Israa’ (17): 1)

Pada makna ayat, disebut sebagai al Aqshaa` (yang paling jauh), lantaran jauhnya jarak dengan Masjidil Haram. Merupakan masjid terjauh di bumi ini bagi penduduk Makkah, yang diagungkan dengan mengunjunginya. (Jami’ul Bayan, 15/9; al Jami’ li Ahkamil Qur`an, 9/187)

Salah seorang ulama Syam, Imam Al ‘Izz bin Abdussalam rahimahullah dalam kitabnya Targibu Ahlil Islam Fi Sukna Biladisy-Syam menafsirkan kalimat “Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya” dengan negeri Syam, yang termasuk di dalamnya Suriah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah berkata bahwa hadits-hadits berikut inilah yang membuatnya tinggal di negeri Syam, yakni:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu’alaihi wasallam berdoa,

اللهم بارك لنا في شامنا اللهم بارك لنا في مَننا قالوا وفي جَّد اَّ قال اللهم بارك لنا في شامنا اللهم بارك لنا في مَننا

“Ya Allah… berkahilah kami pada negeri Syam kami. Ya Allah… berkahilah kami pada negeri Yaman kami.” (HR. Bukhari dan Ahmad).

Dan juga diriwayatkan oleh shahabat Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu, dia berkata: ’Kami bersama Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam sedang menulis Al-Qur’an dari pelepah kayu, kemudian Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

طُوبَى لِلشَّامِ. فَقُلْنَا : لْ ي ذَلِكَ اََ رَسُولَ اللََِّّ ؟ قَالَ : لْنََّ مَلًَئِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَ تَهَا عَلَيْهَا

“Kebaikan pada negeri Syam.’ Kami bertanya, ‘Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda: ‘Karena Malaikat rahmah (pembawa kebaikan) mengembangkan sayap di atasnya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Keberkahan negeri Syam secara diniyah, dari sana banyak diutus para Nabi dan Rasul, tempat hijrahnya nabi Ibrahim ‘alaihissalam, tempat israa’ dan mi’raj nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, negeri yang Allah wariskan kepada nabi Musa ‘alaihissalam, Allah perintahkan nabi Musa untuk memasukinya, dan juga tempatnya para ulama dari dahulu hingga sekarang. Adapun, keberkahan secara duniawiyah, negeri Syam (khususnya Suriah) menjadi tujuan utama penjajah dari Eropa. Ketika Perancis ingin menguasai negeri Arab yang pertama kali mereka kuasai adalah Suriah karena sumber minyaknya yang melimpah, dan juga mereka tahu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

…. إذا فسد أ لُ الشام فلً خير فيكم

“Jika penduduk Syam rusak agamanya maka tidak akan tersisa kebaikan di tengah kalian.” (HR Tirmidzi No. 2192)
Sehingga mereka ingin merusak negeri Syam, mereka tidak ingin keimanan dan kebaikan kaum muslimin tumbuh disana, karena benteng keimanan ketika terjadi fitnah akhir zaman ada di negeri tersebut.

Al ‘Izz bin Abdissalam rahimahullah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan, bahwa tiang Islam, yaitu iman, pada saat terjadinya fitnah-fitnah berada di Syam. Artinya, apabila fitnah-fitnah yang muncul telah mengancam agama Islam, maka penduduk Syam berlepas diri darinya. Mereka tetap istiqamah di atas iman. Jika muncul (fitnah yang) tidak mengancam agama, maka penduduk Syam mengamalkan konsekuensi iman. Apakah ada sanjungan yang lebih sempurna dari itu?”

Kondisi Akhir Zaman, Ada Apa dengan Suriah?
Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ هََْتَمَّ بِأمَْرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَلَيْسَ مِنَّا ….
“Barangsiapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka bukanlah termasuk golongan kami.” (HR. Hakim)

Tidak samar lagi bagi semua orang peristiwa yang dialami oleh rakyat Suriah akibat tindakan bengis kaum Syi’ah Nushairiyah, -sebuah kelompok kecil- berupa pembunuhan, pengusiran, penyiksaan, kelompok brutal yang hendak merampas negara, menghinakan para hamba Allah dan berusaha menyebarkan kerusakan di bumi Allah Azza wa Jalla sampai-sampai pada penodaan terhadap kebersihan dan kesucian mushaf-mushaf Al-Qur’an, penghancuran masjid-masjid dan pemerkosaan terhadap wanita yang menjaga kesucian mereka.

Di antara kekejaman Syi’ah terhadap Ahlu Sunnah di Suriah sebagaimana dijelaskan oleh salah seorang ulama Ahlu Sunnah Suriah nama Syaikh ini sengaja dirahasiakan demi menjaga keselamatan keluarga beliau yang bermukim di Syiria, dalam suatu kajian yang diterjemahkan oleh Ustadz Firanda Andirja, MA.

Sekitar dua puluh orang tentara memperkosa seorang perempuan di depan suaminya. Pada tanggal 3 Februari 2012 saat Basyar Asad laknatullah ‘alaihi, memerintahkan para tentaranya untuk mengebom suatu lokasi yang akhirnya menewaskan 350 orang dan luka-luka 1500 terluka, mereka juga mencampur racun di air PAM untuk membunuh Ahlu Sunnah, adapula anak-anak yang dicincang di depan kedua orang tuanya, dan lain sebagainya yang dapat anda lihat sendiri di berbagai video di youtube. Dan saat makalah ini ditulis jumlah syuhada muslimin Suriah sekitar 12112 syahid, semoga Allah ta’ala merahmati mereka semua, amin.

Hikmah besar di balik krisis Suriah, yaitu Allah ta’ala hendak membongkar kesesatan paham Syi‘ah yang sesungguhnya, cukuplah sudah puluhan tahun umat Islam tertipu oleh kemunafikannya, mereka menyuarakan ke seluruh dunia bahwa Ahlu Sunnah di Iran mendapatkan kebebasan, kedudukan dan hak beribadah sebagaimana penduduk Iran lainnya. Hampir setiap muslim terpedaya oleh tipu dayanya kecuali orang yang Allah rahmati, senjata berakting dengan bermuka dua mampu merebut hati sebagian masyarakat Sunni, ditambah dengan manisnya senyum mereka setiap berjumpa dengan orang serta luwesnya dalam bergaul.

Sesungguhnya apa yang kalian lihat dengan mata kalian dan kalian dengar dengan telinga kalian melalui media-media. Sungguh telah diceritakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

سيصير الْمر إلى أن كِو وَّا جنودا مجندة جند بالشام و جند باليمن و جند بالعراق عليك بالشام فإ هَّا خيرة
الله من أرض جَتبي إليها خير من عباده فإن أبيتم فعليكم مَنكم و اسقوا من غدركم فإن الله قد وِكل لي بالشام و
أ لُُ
“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Hendaklah kalian memilih Syam. Karena ia adalah negeri pilihan Allah. Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika tak bisa, hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya). Karena Allah menjamin untukku negeri Syam serta penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban. Dinilai shohih oleh Al-Hakim dan Al-Albani)

Telah menceritakan kepadaku (Zuhair bin Harb) telah menceritakan kepada kami [Mu’alla bin Manhsur] telah menceritakan kepada kami (Sulaiman bin Bilal) telah menceritakan kepada kami (Suhail) dari ayahnya (Abu Hurairah) dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

حَدَّثَنِي زُ يَُْرُ بْنُ حَرْبٍّ حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍّ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلًَلٍّ حَدَّثَنَا سُهَ يْلٌ عَنْ أَبِي عَنْ أَبِي رَُُ رََْةَ
أَنَّ رَسُولَ اللََِّّ صَلَّى اللََُّّ عَلَيْ وَسَلَّمَ قَالَ لََ قَُِومُ السَّاعَةُ حَتَّى نََْزِلَ الرُّومُ بِالْْعَْمَاقِ أَوْ بِدَابِقٍّ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِمْ جَيْشٌ مِنْ
الْمَدِ نََةِ مِنْ خِيَارِ أَ لُِْ الْْرَْضِ وََْمَئِذٍّ فَإِذَا صََِافُّوا قَالَتْ الرُّومُ خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِ نََ سَبَوْا مِنَّا قََُّا لِِْهُمْ فَيَقُولُ ا لمُسْلِمُونَ
لََ وَاللََِّّ لََ خََُّلِ ي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَا نََِّا فَيُقَا لُِِو هََُّمْ فَيَنْهَزِمُ ثُلُثٌ لََ تََُوبُ اللََّّ عَلَيْهِمْ أَبَداا وَ قَُْتَلُ ثُلُهُهُمْ أَفْلَلُ الشُّهَدَا عِنْدَ اللََِّّ
وَ فََْتَتِحُ الهُّلُثُ لََ فَُْتَنُونَ أَبَداا فَيَفْتَتِحُونَ قُسْطَنْطِينِيَّةَ فَبَيْنَمَا مُُْ قََْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ قَدْ عَلَّقُوا سُيُوفَهُمْ بِالزَّ تَُْونِ إِذْ صَ احَ فِيهِمْ
الشَّيْطَانُ إِنَّ الْمَسِيحَ قَدْ خَلَفَكُمْ فِي أَ لُِْيكُمْ فَيَخْرُجُونَ وَذَلِكَ بَاطِلٌ فَإِذَا جَا وا الشَّأْمَ خَرَجَ فَبَيْنَمَا مُُْ عَُِدُّونَ لِلْقِتَالِ سََُوُّونَ
الصُّفُوفَ إِذْ أُقِيمَتْ الصَّلًَةُ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْ مَ صَلَّى اللََُّّ عَلَيْ وَسَلَّمَ فَأمََّهُمْ فَإِذَا رَيهُ عَدُوُّ اللََِّّ ذَابَ كَمَا ذََُوبُ الْمِلْحُ
فِي الْمَا فَلَوْ رََِكَ لََ ذََّْابَ حَتَّى هََْلِكَ وَلَكِنْ قََْتُلُ اللََُّّ بِيَدِهِ فَيُرِ هَِمْ دَمَ فِي حَرْبَتِ

“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga bangsa Romawi turun ke medan perang di suatu tempat bernama A’maq atau Dabiq, sehingga ada sekelompok pasukan dari Madinah (kota Damaskus) yang keluar menghadapi mereka. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi ketika itu. Dan tatkala mereka berhadapan, pasukan Romawi berkata: ‘Biarkanlah kami memerangi orang-orang yang menawan kami! ‘Kaum muslimin menjawab: ‘Tidak, demi Allah, kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami.’ Maka terjadilah peperangan antara mereka. Lalu ada sepertiga yang melarikan diri dimana Allah tidak akan mengampuni mereka untuk selamanya, dan sepertiga lagi terbunuh sebagai sebaik-baik para syuhada’ di sisi Allah, dan sepertiga lagi Allah memberikan kemenangan kepada mereka. Mereka tidak akan ditimpa sebuah fitnah untuk selamanya, lalu selanjutnya mereka menaklukkan Kostantinopel. Dan ketika mereka sedang membagi-bagi harta rampasan perang dan tengah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon zaitun, tiba-tiba setan meneriaki mereka ‘Sesungguhnya Al Masih telah muncul di tengah-tengah keluarga kalian, ‘ merekapun berhamburan keluar, dan ternyata itu hanyalah kebohongan belaka. Ketika mereka mendatangi Syam, ia muncul. Dan ketika mereka sedang mempersiapkan peperangan dan sedang merapikan barisan, tiba-tiba datanglah waktu shalat, dan turunlah Nabi Isa bin Maryam Shallallahu ‘alaihi wa Salam, lalu ia mengimami mereka. Dan apabila musuh Allah (Dajjal) melihatnya, niscaya ia akan meleleh sebagaimana garam yang mencair di dalam air, meskipun seandainya saja ia membiarkannya nantinya ia juga akan meleleh lalu binasa akan tetapi Allah menginginkan ia membunuhnya dengan tangannya lalu memperlihatkan kepada mereka darahnya yang berada di ujung tombaknya.” (HR. Muslim No. 5157)
Sungguh, setiap tetes darah para mujahidin akan memberkahi negeri ini, semakin menyuburkan tanahnya. Allah Ta’ala berfirman,

وَلََ حَِْسَبَنَّ الَّذِ نََ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللََِّّ أَمْوَا اِا بَلْ أَحْيَا عِنْدَ رَ بِهِمْ رَُْزَقُونَ
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS. Ali-‘Imran (3): 169)
Semua itu sudah dekat. Satu per satu tanda kiamat berdatangan dengan cepat, seperti butiran tasbih yang putus talinya yang kemudian butirannya berjatuhan.
Maka, bersabarlah atas takdir Allah yang telah menimpamu wahai saudaraku di Suriah. Bersiaplah untuk menyambut cahaya Islam yang akan mengembalikan khilafah Islamiyah.
Sungguh, Allah adalah pelindung kita. Barangsiapa yang yakin bahwa Allah adalah pelindungnya, maka siapa yang mampu menipunya? Barangsiapa yang yakin bahwa Allah adalah penolongnya, maka siapa yang akan mengalahkannya ? Barangsiapa yakin bahwa Allah adalah penolongnya. Maka bersamanya Dzat yg Maha Hidup yang tidak Akan mati! Dan bersamanya Dzat yang Maha Mandiri yang tidak mungkin tertidur, dan bersamanya Dzat yang Maha Kaya yang tidak butuh apapun. Dan bersamanya Raja al-Haq yang tidak bisa dikalahkan. Allah, sebuah nama yang pemiliknya memiliki setiap keindahan, kesempurnaan. Dia adalah nama yang tidaklah dipanjatkan oleh orang yang kekurangan kecuali dia memberinya kecukupan. Dia adalah nama yang tidaklah dipanjatkan oleh orang yang ketakutan kecuali dia akan memberinya rasa aman. Dia adalah nama yang tidaklah dipanjatkan oleh orang yang fakir kecuali Allah akan memberinya kecukupan. Dia adalah nama yang mana rahmatNya diminta untuk turun, dan denganNya berkah-berkah dimintai untuk turun. Itulah nama yang akan disebut ketika tersandung, denganNya doa-doa dikabulkan. KarenaNya, bumi dan langit berdiri tegak. Berpegang teguhlah dengan tali agama Allah. Allah adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Washalallahu ‘ala nabiyina Muhammad wa ‘ala alihi wa ash-habihi ajma’in.

Disusun oleh:
Peggy Bunga Safitri, ST
Yogyakarta, 1 Rabi’ul Akhir 1438 H

Maraji :
1. Al Jami’ li Ahkamil Qur`an, Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al Qurthubi. Tahqiq Abdur Razzaq al Mahdi, Maktabah Rusyd, Cet. II, Th. 1420H-1999M.
2. Al Irsyad ila Tash-hihil I’tiqad, Dr. Shalih bin Fauzan al Fauzan Maktabah al Ilm Jedah. Cet. I, Th. 1414H.
3. Audio ceramah “Kondisi Terkini Kaum Muslimin Ahlussunnah di Suriah” (Ustadz Firanda Andirja, MA) (Maret 2012)
4. Fadha’ilus Syam Wa Ahlihi, Abu Hamzah Al-Gharib
5. Jami’ul Bayan ‘an Ta`wil Ayil-Qur`an, Abu Ja’far Muhammad bin Jarir ath Thabari, Darul Ihyaut Turatsil ‘Arabi. Cet. I, Th. 1421H-2001M.
6. www.almahajjah.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *