Download Kajian Dauroh Mengenal Tiga Pondasi Islam dan Empat Kaedah Tauhid
بسم الله Download Kajian Dauroh Mengenal Tiga Pondasi Islam dan… Read More »Download Kajian Dauroh Mengenal Tiga Pondasi Islam dan Empat Kaedah Tauhid
بسم الله Download Kajian Dauroh Mengenal Tiga Pondasi Islam dan… Read More »Download Kajian Dauroh Mengenal Tiga Pondasi Islam dan Empat Kaedah Tauhid
Bismillaahirrohmanirrohiim.
Allohumma sholli wasallim ‘alaa nabiyyina muhammad wa ‘alaa alii muhammad.
Di dalam kaidah ini, ada 7 poin/kaidah.
Kaidah pertama :
“Nama-nama Allaah Ta’ala semuanya adalah husna (paling baik).”
Dalilnya, yakni Quran Surat Al-A’raaf ayat 180
“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang melakukan penyimpangan terhadap nama-nama-Nya. Kelak mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”
Dalil-dalil lainnya, yakni
Quran Surat Al-Hasyr ayat 24 :
“Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Quran Surat Thoha ayat 8 :
“Dialah Allah, tidak ada Dzat yang berhak disembah melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik)”
Quran Surat Al-Isra’ ayat 110 :
“Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu“”
Timbul pertanyaan,
“Dari segi mana nama-nama Allaah Ta’ala menunjukkan ‘husna’?“Read More »Kaidah : Semua Nama Allah Itu Husnaa
Pembahasan tentang tauhid asma’ (nama) wa sifat Allah sebenarnya adalah bagian dari pembahasan tentang tauhid rububiyah. Akan tetapi semenjak banyaknya terjadi penyimpangan dan penolakan tentang asma’ dan sifat Allah, maka tauhid asma’ wa sifat dipisahkan pembahasannya dari tauhid rububiyyah. Kelompok yang pertama yang melakukan penolakan dan penyimpangan terhadap asma’ dan sifat Allah adalah Jahmiyyah.
Pendahulu Jahmiyyah
Sebagaimana Khowarij memiliki pendahulu yang telah hidup pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi was salam, Jahmiyyah juga memiliki pendahulu yang telah hidup pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi was salam. Jika yang menjadi pendahulu Khowarij adalah seorang munafiq yang bernama Dzul Khuwaisiroh, yang menjadi pendahulu Jahmiyyah daalm menolak asma’ dan sifat Allah adalah orang-orang musyrik quraisy.
Dikisahkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya, pada peristiwa perjanjian Hudaibiyyah yang terjadi pada tahun 6 Hijriyyah, Rasulullah memerintahkan ‘Ali bin Abi Tholib sebagai penulis perjanjian. ‘Ali memulai menulis perjanjian dengan “Bismillahirrohmanirrohim”. Melihat perbuatan ‘Ali ini orang-orang Quraisy menolak dengan berkata :Read More »Pendahulu Jahmiyah dalam Menolak dan Mengingkari Nama dan Sifat Allah
Pembaca yang yang dirahmati Allah, salah satu keimanan yang wajib diimani oleh setiap muslim yaitu bahwasanya Allah Ta’ala turun ke langit dunia. Berikut pembahasan ringkas tentang masalah ini.
Dalil Tentang Turun-Nya Allah Ta’ala
Penetapan aqidah ini diterangkan oleh banyak hadist dari Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa sallam yang mencapai derajat mutawatir (melalui jalur yang banyak). Di antaranya adalah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ الأَخِيْرِ يَقُوْلُ
مَنْ يَسْأَلُنِيْ فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ مَنْ يَدْعُوْنِيْ فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ
“ Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam pada sepertiga malam yang terakhir, kemudian berfirman : “ Barang siapa berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku akan Aku beri, barang siapa memohon ampun kepadaku akan Aku ampuni” (HR. Bukhari: 1145 dan Muslim: 758.). Hadist ini secara jelas dan gamblang menunjukkan penetapan sifat nuzul (turunnya) Allah ke langit dunia.Read More »Allah Yang Maha Tinggi Turun ke Langit Dunia
Pembaca yang dimuliakan Allah ta’ala, kebahagiaan yang hakiki dalam hidup ini adalah ketika seorang hamba dijauhkan oleh Allah ta’ala dari siksa api neraka dan ketika Allah memasukkannya ke dalam surga-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya) “Barangsiapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah memperoleh kemenangan, dan bukanlah kehidupan dunia melainkan kehidupan yang menipu” (‘Ali Imran : 185)
Syaikh As Sa’diy rahimahullah mengatakan, “orang yang memperoleh kemenangan adalah mereka yang selamat dari adzab yang pedih, dia bisa menikmati berbagai macam kenikmatan di surga.Read More »Masuk Surga Tanpa Hisab dan Tanpa Adzab